Topmetro24news.com l Pematangsianțar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI) sampaikan aspirasi ke gedung DPRD kota Pematangsiantar, Senin ( 22/6) 2026 pukul 11.30 wib, yang diterima oleh Wakil ketua DPRD Ir. Daud Simanjuntak dan Sekretaris Dewan ( Sekwan) Charles Y.P Siregar S.Sos,M.Si .
Dalam tuntutannya massa yang dikomandoi oleh D.Nababan, menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah kota Pematangsiantar dan dewan perwakilan rakyat ( DPRD) Siantar. Dimana, sampai saat ini, keberpihakan kedua lembaga pemerintah di kota S
Pematangsiantar ini tidak ada sedikitpun menyentuh kepada kalangan masyarakat kecil.
GMKI adalah sebagai Organisasi kader perjuangan dan Organisasi pelayanan di cabang Pematangsiantar -Simalungun memandang bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan suara rakyat dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Untuk itu GMKI membawakan permasalahan yang sangat kompleks di kota Pematangsiantar dan pada saat ini juga menjadi permasalahan nasional, untuk itu GMKI membawakan tuntutannya untuk perubahan yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Dalam tuntutannya yang berisikan:
1.Agar Mengaudit secara menyeluruh terhadap penggunaan anggaran MBG dan KOPDES.
2.Evaluasi menyeluruh terhadap Efektivitas program.
3.prioritaskan peningkatan kualitas pendidikan nasional, dan jaminan kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Lebih lanjut wakil ketua DPRD kota Siantar, Ir.Daud Simanjuntak menyambut baik kehadiran massa dari GMKI. Dalam kesempatan itu mengatakan sah – sah saja menyampaikan aspirasinya. Makasih untuk itu, kata Daud, aspirasi mereka akan disampaikan kepada ketua DPRD juga akan membahasnya dalam sidang.
Lebih lanjut D.Nababan juga menyampaikan kepada Pemko Siantar dan APH untuk mengusut tuntas apa penyebab kebakaran pasar dwikora perluasan secara transparan dan akuntabel, mendesak walikota untuk merealisasikan 13 program prioritas nya.
dan juga perbaikan infrastruktur publik juga pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Aksi damai GMKI juga diwarnai dengan pembakaran ban didepan gerbang gedung DPRD kota Siantar dengan menyanyikan lagu yeal – yal GMKI.
Apabila aspirasi mereka tidak disampaikan kepada ketua DPRD juga tidak ditanggapi, maka mereka akan datang lagi untuk berunjuk rasa dengan jumlah yang lebih banyak lagi.( TM-07).




