Topmetro24news.com l Simalungun,
Untuk memastikan hasil panen jagung yang ditanam di arel lahan Kebun Mayang, PTPN IV Regional II ditampung dan diserap oleh Bulog, Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi SH melaksanakan rapat koordinasi bersama Kebun Mayang PTPN IV Regional II, para Pangulu sekitar lokasi, Kelompok Tani dan perwakilan Bulog.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan melalui Humas Polres Simalungun, Sabtu (7/2), Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi SH, menjelaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam program ketahanan pangan.

“Kami menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 09.30 WIB di Kantor Manager PTPN IV Mayang. Ini untuk memastikan panen jagung yang akan dilaksanakan berjalan lancar dan hasilnya diserap dengan harga yang adil,” ujar Kapolsek membuka penjelasannya.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Nagori Mayang, Kecamatan Bosar Maligas ini melibatkan berbagai stakeholder penting. “Hadir dalam rapat ini Manager PTPN IV Mayang Ir. Panuturan Marpaung, para pangulu dari nagori-nagori di sekitar areal perkebunan PTPN IV Mayang, para kelompok tani, dan yang paling penting pihak Bulog yang akan menyerap hasil panen,” ungkap Kapolsek merinci peserta.

Manager PTPN IV Mayang, Ir. Panuturan Marpaung, menjelaskan latar belakang kerja sama penanaman jagung di areal PTPN. “Kami membuka areal kebun kami untuk ditanami jagung oleh kelompok-kelompok tani di sekitar perkebunan. Ini adalah program kemitraan antara PTPN dengan masyarakat sekitar. Mereka garap lahan, kami fasilitasi, hasilnya untuk mereka,” kata Manager Panuturan menjelaskan skema kerjasama.

“Luas lahan yang kami buka untuk penanaman jagung cukup signifikan. Kami berharap hasil panennya nanti bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan,” tambah Ir. Panuturan.

Yang menarik, Kapolsek dalam rapat tersebut memberikan arahan tegas kepada para petani. “Saya sampaikan kepada para petani yang bernaung di kelompok tani yang menanam jagung di areal PTPN IV Mayang agar menjual hasil panennya kepada pihak pemerintah, dalam hal ini Bulog Jangan dijual ke tengkulak,” kata IPTU Sonni dengan tegas.

Salah seorang ketua kelompok tani yang hadir, yang tidak ingin disebutkan namanya, memberikan tanggapan positif. “Kami sangat terbantu dengan arahan Kapolsek. Selama ini kami sering bingung harus jual kemana hasil panen. Kalau ada jaminan Bulog akan beli, kami tenang karena harganya pasti lebih baik daripada tengkulak,” ungkap ketua kelompok tani dengan lega.

Perwakilan Bulog yang hadir dalam rapat memberikan komitmen penyerapan. “Buloh siap menyerap hasil panen jagung dari para petani dengan harga yang sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Kami apresiasi Polsek Bosar Maligas yang memfasilitasi koordinasi ini,” kata perwakilan Bulog memberikan kepastian.

Para pangulu nagori di sekitar PTPN IV Mayang juga menyambut baik koordinasi ini. Salah satu pangulu yang hadir menyatakan, “Kami sebagai pemerintah nagori sangat mendukung program ini. Ini membuka lapangan kerja bagi warga kami dan meningkatkan ekonomi desa. Terima kasih kepada PTPN IV dan Polsek yang memfasilitasi,” ungkap pangulu dengan apresiasi.

Kapolsek Bosar Maligas menekankan bahwa koordinasi seperti ini akan terus dilakukan. “Ini bukan rapat yang sifatnya seremonial. Kami akan terus monitor pelaksanaannya. Dari persiapan panen, pelaksanaan panen, sampai penjualan ke Bulog, kami akan kawal,” kata Sonni

Di akhir keterangannya, Kapolsek menyampaikan harapannya. “Kami berharap koordinasi seperti ini bisa menjadi model untuk program-program ketahanan pangan lainnya. Dengan sinergi yang baik antara polisi, BUMN, pemerintah desa, dan masyarakat, ketahanan pangan bukan lagi mimpi tapi kenyataan,” pungkas IPTU Sonni G Silalahi menutup keterangannya dengan optimisme tinggi akan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Polsek Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

Rapat koordinasi berlangsung sekitar dua jam dan menghasilkan beberapa kesepakatan penting.(TM-01).