Topmetro24news.com l Pematangsiantar, Warga Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsianțar mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Fasilitas dan layanan kesehatan yang seharusnya diharapkan bisa membantu masyarakat malah mengecewakan.

Demson Manurung, warga di kelurahan tersebut kecewa lantaran tidak mendapatkan layanan kesehatan yang baik dari oknum Bidan yang bertugas di Pustu tersebut.

Seperti diutarakan Demson kepada Topmetro24news di seputaran Kompleks Mega Land Selasa, (26/2026), dirinya kecewa akibat tidak dilayani saat akan merawat istrinya yang sedang dalam kondisi sakit.

Padahal menurutnya, keberadaan Pustu itu diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dasar tanpa harus jauh ke pusat kecamatan.

Demson pun menceritakan kronologi peristiwa tidak mengenakkan tersebut. Selasa (26/2026), hari itu dirinya pergi ke Pustu di Kelurahan Tambun Nabolon, untuk meminta bantuan kepada petugas medis yang bekerja di Pustu tersebut, agar dapat memberikan perawatan pada istrinya yang sedang sakit.

Tiba di Pustu sekitar pukul 12.45Wib, Demson bertemu dengan salah seorang petugas bernama Ayu (Bidan). Setelah menyampaikan niatnya datang ke Pustu tersebut, dan meminta Bidan Ayu untuk datang kerumahnya agar merawat istrinya dirumah karena kondisi istri sudah sangat lemas dan tidak mampu lagi untuk datang ke Pustu.

Namun Demson mendapat penolakan dari Bidan tersebut, dengan alasan sedang tidak dalam layanan kunjungan ke rumah, dan menyarankan agar membawa pasien ke Pustu.

Masih kata Demson, Bidan tersebut pun sempat menanyakan apakah memiliki BPJS, yang sampai membuat dirinya bingung (karena tidak ada hubungannya dengan perawatan yang sedang diharapkan), sebab bagaimanapun dirinya tetap akan melakukan pembayaran, baik dengan BPJS atau pun tanpa BPJS.

Berbagai alasan pun keluar dari mulut sang Bidan. Kali ini Bidan itu pun menyarankan agar menggunakan jasa becak dengan cara dipapah dari kiri dan kanan, yang membuat Demson semakin cemas akan kondisi istrinya dirumah.

“Bapaklah dulu, sudah saya ceritakan kondisi istri yang sudah lemas, masak disuruh lagi saya membawa istri dengan becak,”ujar Demson.

Untuk kesekian kalinya Demson pun bermohon kesediaan Bidan tersebut merawat istrinya dirumah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pustu. Namun Bidan tersebut pun sepertinya tidak kehabisan jurus “mengelak”, Bidan itu menjawab bahwa dirinya tidak bisa meninggalkan anaknya dirumah, karena tidak ada temannya dirumah.

Padahal sepengetahuan Demson kondisi anak Bidan tersebut sudah bisa ditinggalkan sendiri dirumah karena telah berusia sekitar 12 tahun.

Ditengah rasa kecewa itu akhirnya Bidan itu menyarankan agar mohon menunggu sebentar. Namun setelah di tunggu hampir 10 menit yg bersangkutan masih tidak menunjukkan tanda tanda akan bergerak dan Demson pun pamit ijin, sembari meninggal perkataan, bahwa sepertinya sang Bidan memang berat untuk melakukan perawatan untuk istirnya dirumah yang sudah dalam kondisi lemas, dan mancari jasa tenaga medis yang lain.

Memang, menurut informasi yang diperoleh Demson, cerita masyarakat lain juga bahwa sebelum – sebelumnya juga yang bersangkutan sangat jarang stay di Pustu. Banyak masyarakat yang mau berobat pulang dengan kekecewaan karena petugasnya tidak ada.

Dan jika diperhatikan Pustu tersebut sudah lebih mirip tempat tinggal pribadi daripada sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat .

Kami berharap agar pemerintah kota dan Dinas terkait mendisiplinkan yang bersangkutan dengan baik, dan jika diperlukan dilakukan penyegaran karena yg bersangkutan sudah sangat lama di Pustu tersebut namun manfaatnya tidak terasa bagi pelayanan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsianțar, Urat Simanjuntak, yang dikonfirmasi terkait kejadian ini menjawab akan mengkonfirmasi ke Bidannya dulu.

“Saya Konfirmasi ke Bidannya dulu ya bang,”jawab Urat Simanjuntak. (TM-01)