Topmetro24news.com l Simalungun, Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Bah Kora II di Kabupaten Simalungun rawan penyimpangan oleh kontraktor. Hal ini diketahui dari amatan dilokasi proyek, Rabu, (12/11).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Saat pelaksanaan kegiatan dilokasi proyek tidak ada ditemukan satu pun pengawas, baik dari Dinas, apalagi dari Konsultan Supervisi.

Hal ini sangat memungkinkan terjadinya kecurangan yang dilakukan pihak kontraktor, akibat dari minimnya pengawasan tersebut. Kontraktor akan sangat leluasa melakukan kecurangan dilapangan.

Apalagi, saat investigasi dilakukan, pekerja sedang melakukan pekerjaan vital, berupa pengecoran balok slof pondasi bangunan terjunan, dari ketinggian kurang lebih 6 meter, dengan menggunakan mesin molen pengaduk beton.

Terlihat para pekerja dalam melakukan campuran adukan beton coran (semen, pasi, batu koral dan air) secara asalan tanpa menggunakan standart ukuran pasti.

Untuk itu, terhadap hasil mutu beton yang dihasilkan tersebut sangat diragukan kualitasnya, dari ketentuan mutu beton yang telah ditentukan.

Melihat kondisi ini, Ketua DPD LSM Kerista Sumut, Parulian Panjaitan, sangat mengimbau pihak pemeriksa, dalam melakukan pemeriksaan, harus hati-hati dan fokus pada kualitas mutu beton.

Terutama kepada Dinas terkait, yakni UPTD PUTR Provinsi Sumut, jalan Ade Irma Suryani. Dimana, pada tahun lalu, sebuah proyek perkuatan tebing sungai sigulang – gulang di Pematangsiantar milik Dinas ini ambruk, yang diduga akibat kecerobohan kontraktor saat itu.

“Jangan sampai kejadian serupa terjadi pada proyek ini. Tahun lalu, sebuah proyek perkuatan tebing sungai sigulang – gulang di Pematangsiantar milik UPTD Dinas PUTR Provinsi Sumut ambruk,” ujar Panjaitan.